Info News

Kisah Lacey Prestay yang Lakukan Masektomi di Usia 25 Tahun

gambar kanker payudara, akibat kanker payudara, benjolan kanker payudara seperti apa, cara mengobati kanker payudara, kanker payudara stadium 1, kanker payudara stadium 2, kanker payudara stadium 3, kanker payudara stadium 4, kanker payudara stadium akhir, makanan penyebab kanker payudara, perawatan kanker payudara, pengobatan kanker payudara, cerita awal kanker payudara, testimoni orang yang sembuh dari kanker payudara, pengalaman survivor kanker payudara, pengalaman sembuh dari kanker payudara, kisah wanita yang sembuh dari kanker payudara, blog penderita kanker payudara, kisah penderita kanker payudara yang sembuh

Kanker Payudara - Lacey Prestay mempunyai riwayat keluarga dengan tiga kasus penyakit kanker payudara dan ketiganya itu menyebabkan kematian. Hal ini membuat dirinya mencari tahu apakah ia juga terkena hal yang sama ataukah tidak. Selain itu, ia juga tidak segan untuk menjalani masektomi guna mencegah dirinya agar tak mengalami hal yang sama.

Di kutip dari laman Health, Senin (23/10/2017), wanita cantik asal Amerika Serikat ini mempunyai nenek, bibi dan bahkan sepupunya yang juga meninggal dunia akibat kanker payudara.

"Bibi saya, Helen, meninggal pada bulan Juni akibat kanker, disusul oleh bibi Tina yang meninggal pada bulan November. Pada tahun 2011, sepupu saya Jen juga meninggal karena kanker payudara," ucap Lacey.

Baca juga : Target Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks Sasar 37 Juta Jiwa

Hal tersebut membuat wanita yang bernama Lacey memutuskan untuk mencari tahu apakah dirinya juga terkena jenis penyakit yang sama. Lacey menemui konselor genetik tapi konselor mengatakan bahwa usianya masih terlalu muda untuk menjalani tes BRCA-1. Pemeriksaan seperti ini merupakan jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh seseorang dengan riwayat keluarganya yang terkena kanker payudara, kanker ovarium dan juga kanker peritoneum.

Setelah berumur 24 tahun, akhirnya Lasey memutuskan untuk langsung menemui dokter spesialis payudara guna memastikan tubuhnya tidak ada benjolan di payudara.

Menjalani Masektomi

Meskipun dirinya belum menemukan adanya benjolan pada payudaranya, tapi Lasey tetap memutuskan untuk menjalani masektomi, yaitu sebuah tindakan media untuk mengangkat payudara seseorang. Hal ini ia lakukan dengan pertimbangan yang khusus.

"Saya menjalani masektomi ganda sebagai upaya preventif untuk menghindari risiko kanker payudara," ucap Lacey.

Lasey mengaku, dirinya tidak memutuskan hal tersebut itu dengan terburu-buru. Tapi setelah dirinya yakin dengan pilihannya, kemudian ia menjalani masektomi. Saat itu Lasey usianya 25 tahun.

"Saya menjalani masektomi ganda pada 18 Oktober 2016. Prosedur yang dijalani membutuhkan waktu enam jam dan saya dirawat selama tiga hari pasca operasi," jelas Lacey.

Pasca masektomi, Lasey juga mengaku sempat merasa tidak nyaman sekali saat proses memasukkan ekspander ke dadanya untuk meregangkan jaringan payudara dan memberi ruang untuk implan silikon yang akan ia dapatkan.

Meskipun begitu, Lasey tetap bersyukur karena ia telah memutuskan hal yang tepat dan Lasey juga merasa hidupnya tetap normal meski payudaranya berubah menjadi implan silikon.

Baca artikel sebelumnya : Dari Batuk, Pria Ini Malah Didiagnosis Kanker Payudara

Demikian artikel pembahasan tentang Kanker Payudara. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan kali ini bermanfaat dan menginspirasi bagi kaum wanita di Indonesia agar selalu menjaga kesehatan tubuhnya. Terima kasih banyak...

Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar