Info News

Hari Ini Para Perempuan Diminta Melepas Bra, Alasannya?

gambar sadari, penyebab kanker payudara, deteksi dini kanker payudara pdf, cara mencegah kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri menurut who, pemeriksaan payudara di rumah sakit, cek kanker payudara ke dokter apa, cara mendeteksi kanker payudara secara manual, cara melakukan sadari beserta gambarnya, biaya usg payudara 2017, usg payudara

Kanker Payudara - Meskipun dipandang cukup kontroversial oleh berbagai pihak, tepatnya pada tanggal 13 Oktober dijadikan suatu hari yang mengajak kaum wanita di seluruh dunia untuk tidak memakai bra atau BH.

Di beberapa negara yang ada di bagian dunia, gaung No Bra Day telah menjadi semakin populer. Tetapi mengapa harus ada hari khusus buat kaum wanita untuk tidak memakai bra?

Dikutip langsung dari The Sun pada hari Jumat (13/10/2017), No Bra Day jatuh tepatnya pada tanggal 13 Oktober, tepat di tengah-tengah Bulan Kesadaran Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month).

Baca juga : Check, 3 Cara yang Benar Untuk Periksa Sendiri Payudaramu

Gerakan untuk melakukan hal ini dimulai pada tahun 2011 dan terutama menyebar melalui media sosial dan juga penggunaan tagar #nobraday.

Tujuannya ialah untuk meningkatkan kesadaran serta mengajak seluruh kaum wanita untuk melakukan suatu pemeriksaan sendiri, dan memastikan mereka bisa mengenali ciri-ciri kanker payudara.

Kaum wanita sangat dianjurkan untuk melakukan program mammogram pada tanggal 13 Oktober. Prosedur tersebut membantu mendeteksi penyakit kanker payudara hingga 2 tahun sebelum kanker tersebut itu terasa oleh si pasien atau dokter.

Perayaan "No Bra Day" bisa dilacak balik ke Toronto, Kanada, dan juga seorang dokter bedah plastik yang bernama Dr. Mitchell Brown.

Tujuan BRA (Breast Reconstruction Awareness) Day versi awal yaitu untuk mendidik seluruh kaum wanita tentang pilihan jenis rekonstruksi ketika mereka menjalani mastektomi.

Pada tahun 2014, BDA Day telah dirayakan sebanyak di 30 negara seluruh dunia.

Melalui kegiatan-kegiatan BDA Day, wanita-wanita yang terdampak oleh kanker payudara bisa menghadiri acara tanya-jawab dengan para ahli bedah dan juga mendengarkan kisah inspirasi dari para penyintas kanker tersebut.

Tentu saja kaum pria dan juga kaum wanita yang sungkan melepas bra pada tanggal 13 Oktober diajak ikut serta, misalnya dengan mengenakan pakaian dengan nuansa ungu.

Kanker Paling Lazim pada Kaum Wanita

Bulan Oktober merupakan Bulan Kewaspadaan pada Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month). Kampanye kesadaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan perhatian serta dukungan terhadap kewaspadaan, deteksi dini, pengobatan, dan juga perawatan penyakit tersebut.

Menurut penjelasan dari Organisasi Kesehatan PBB (WHO), setiap tahunnya ada sekitar 1,38 juta kasus baru dan 458 ribu kematian disebabkan oleh kanker payudara.

Sejauh ini, penyakit kanker payudara merupakan jenis kanker paling lazim dialami oleh kaum wanita, baik itu di negara berkembang maupun juga di negara maju. Sebenarnya kanker payudara juga bisa dialami oleh laki-laki.

Di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan berpenghasilan menengah, kasus serangan kanker meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan peningkatan angka harapan hidup, pertambahan urbanisasi, dan juga adopsi gaya hidup kebarat-baratan.

Tapi hingga saat ini masih belum ada pengetahuan yang cukup tentang faktor penyebab kanker payudara. Oleh karena itulah, deteksi dini ini menjadi pilar utama dari pengendalian penyakit tersebut.

Ketika kanker payudara telah dideteksi secara dini dan ada diagnosis serta pengobatan yang cukup, kemungkinan besarnya kanker payudara bisa disembuhkan.

Tetapi, jika deteksinya terlambat, maka penanganan kuratif bukan lagi menjadi pilihannya. Dalam keadaan demikian, diperlukan sebuah perawatan paliatif, mengarah ke psikologis guna mengurangi rasa sakit pada pasien dan dampak kepada keluarganya.

Baca artikel sebelumnya : Pewarna Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Benarkah?

Demikianlah pembahasan kami kali ini terkait dengan masalah Kanker Payudara yang hingga kini masih menjadi momok bagi kaum perempuan di dunia. Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak...

Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar