Info News

Dari Batuk, Pria Ini Malah Didiagnosis Kanker Payudara

diagnosis example, types of diagnosis, diagnosis plural, diagnosis verb, diagnosis definition medical, diagnosis in a sentence, diagnosis in hindi, pencegahan kanker payudara, cek kanker payudara ke dokter apa, etiologi kanker payudara, stadium kanker payudara pdf, pengertian kanker payudara, penyebab kanker payudara, pengobatan kanker payudara, diagnosis kanker payudara pdf

Kanker Payudara - Ketika berbicara tentang kanker payudara, selalu ada saja anggapan kalau jenis penyakit mematikan yang satu ini hanya diderita kaum wanita. Padahal, kaum pria juga punya payudara, yang mana artinya mereka juga menderita kanker seperti ini.

Dilansir dari laman Health, Senin (23/10/2017), ada seorang pria yang sudah mengungkapkan kisahnya sebagai salah satu seorang penderita kanker payudara.

Baca juga : Kenali Tanda-tanda Tumor Ganas di Payudara

Saat itu, tahun 2013. Ronnie Pace baru saja melakukan metode CT Scan setelah dirinya berkonsultasi dengan beberapa dokter-dokter spesialis sehubungan batuk kering yang dialaminya terus dideritanya.

Ketika ia kembali menemui dokter spesialis tersebut untuk melihat hasil pindainya, dokter menyampaikan kabar yang membuat dirinya terhenyak. "Kamu mungkin tidak sering mendengar hal ini dari dokter," ujar dokter, "tapi kamu memiliki benjolan di payudara kananmu. Kita bisa mengamatinya selama enam bulan."

Perkataan dokter tersebut sempat membuat dirinya bingung. "Apa yang harus diawasi?" tanyanya bingung.

"Bung, kamu memiliki kanker payudara," tutur lanjut sang dokter lagi.

Kabar dari sang dokter tersebut tentunya membuat si pria Amerika Serikat ini kaget. Sebagai seorang pria, ia mengaku tak menyangka dirinya akan mendengar hal semacam itu. Sebelumnya, ia juga tidak pernah mendengar tentang seorang pria terkena penyakit kanker payudara.

Faktanya, satu dari 1.000 pria itu bisa terkena penyakit kanker payduara. Meski kemungkinannya sangat kecil, tetapi Ronnie tetap tak mau mengambil resiko, dan memutuskan untuk mencari tahu dengan secara pasti tentang benjolan di payudaranya tersebut.

Hasil biopsi telah menunjukkan, bahwa benjolan di payudara Ronnie bersifat sangat ganas.

Menyadari kasus penyakit kanker payudara pada pria merupakan sesuatu yang sangat langka, ia memutuskan untuk melakukan sebuah perawatan di tempat yang memang sudah biasa menangani pasien-pasien kanker payudara, sebuah klinik di Houston, Texas.

Ronnie pun juga melakukan mastektomi, atau pengangkatan payudara. Karena memang, tak ada terlalu banyak pilihan penanganan kanker payudara untuk seorang pria.

Proses mastektomi Ronnie akhirnya berjalan lancar. Dan meski sang ibu menderita kanker payudara, Ronnie tidak mempunyai mutasi gen BRCA1 ataupun BRCA2, yang meningkatkan resiko kanker payudara. Ini artinya, kanker payudara yang dimilikinya kecil kemungkinannya untuk muncul kembali, hanya sekitar 8%.

Meski begitu, setelah mastektomi, ia harus melakukan terapi hormon yang bernama tamoxifen, yang akan menurunkan resiko kankernya muncul kembali.

"Setidaknya begitulah yang terjadi pada wanita, aku diobati dengan obat hanya diuji pada wanita," jelas Ronnie. Ronnie tak membutuhkan radiasi atau kemoterapi, jadi ia pikir itulah akhir dari kanker payudaranya.

Muncul Kembali

Pada tahun 2015, dua tahun setelah dirinya diagnosis pertama, Ronnie berkesempatan untuk muncul dalam sebuah dokumenter membahas tentang penderita kanker payudara pria.

Untuk dokumenter tersebut, ia diminta untuk mengangkat bajunya untuk menunjukkan bekas mastektomi pada pria.

"Aku meletakkan tanganku di atas bekas luka, dan ujung jariku menyentuh sebuah benjolan," papar dia. "Aku membeku, tapi berusaha mempertahankan mimik wajah tenang. Tapi aku berpikir, haruskah aku merasa lebih takut atau lebih berani, mengingat sekarang aku sudah lebih tahu dibanding dua tahun yang lalu."

Ronnie atau dia pun kembali menghubungi tim perawatannya dulu. Dan ternyata, ia kembali membutuhkan operasi.

Hal ini membuatnya kembali sedih, karena harus menyampaikan kepada istrinya (yang dulu sempat sangat khawatir), pada anak-anak dan juga cucu-cucunya, bahwa ia terkena kanker lagi.

"Mereka melalui saat pertama dulu di sampingku, jadi hal ini adalah sesuatu yang sangat menyedihkan," tulis dia.

Ronnie, kemudian menjalani terapi radiasi selama 33 hari. Ia mengakhiri radiasinya pada bulan Desember 2015.

"Aku menerima diagnosis yang mengubah hidup, tapi aku memutuskan bahwa aku akan membantu orang lain karena hal itu," lanjut Ronnie. Lalu ia memutuskan untuk menjadi sukarelawan di klinik tempatnya dirawat, dengan tujuan membantu meningkatkan pengalaman para penderita kanker.

Ada sekitar 460 kaum pria meninggal setiap tahunnya dikarenakan kanker payudara di Amerika Serikat. Ini karena, penyakit kanker payudara mereka terlambat dideteksi.

Banyak kaum pria yang mengabaikan benjolan yang mereka temukan ditubuhnya, karena mereka tak tahu kalau pria juga bisa menderita kanker payudara.

Sekarang ia bertekad untuk membantu menyebar luaskan tentang kewaspadaan, kanker payudara bukan penyakit yang hanya menyerang kaum wanita saja, tetapi juga diderita kaum pria.

Baca artikel sebelumnya : Penyintas Kanker Payudara Nyeri Punggung? Harus Segera Periksa

Itu saja informasi singkat pembahasan tentang seputar Kanker Payudara. Intinya, seorang pria juga bisa terkena masalah kanker payudara meskipun kemungkinannya sangat kecil, tetapi melakukan pencegahan sejak dini tidak ada salahnya. Terima kasih banyak...

Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar