Info News

Check, 3 Cara yang Benar Untuk Periksa Sendiri Payudaramu

gambar sadari, penyebab kanker payudara, deteksi dini kanker payudara pdf, cara mencegah kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri menurut who, pemeriksaan payudara di rumah sakit, cek kanker payudara ke dokter apa, cara mendeteksi kanker payudara secara manual, cara melakukan sadari beserta gambarnya, biaya usg payudara 2017, usg payudara

Kanker Payudara - Penyakit Kanker payudara hingga sekarang masih menjadi penyebab kematian akibat kanker terbesar kedua di negara Indonesia, setelah kanker serviks. Salah satu faktor penyebab banyaknya pasien yang meninggal akibat kanker payudara yaitu deteksi yang terlambat.

Laman Yayasan Kanker Payudara Indonesia sempat menuliskan, 70% dari penderita kanker payudara yang mendatangi dokter ataupun ke rumah sakit sudah berada pada stadium lanjut. Padahal sebenarnya jika terdeteksi pada stadium awal, ada kemungkinan besar si pasien kanker payudara masih bisa sembuh total.

Baca juga : Sulit Hamil, Wanita Lebih Berisiko Kanker Payudara

Deteksi dini pada kanker payudara dapat dilakukan sendiri di rumah. Dan apabila dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin bisa membantu menyelamatkan payudara serta nyawa bagi penderita kanker payudara.

Dr. Quek Swee Chong, ob-gyn yang berasal dari ASC Clinic for Women di Gleneagles Hospital, Singapura pernah menjelaskan, mendeteksi kanker payudara sendiri itu sangat perlu dilakukan oleh setiap wanita berusia 30 tahun ke atas, setiap bulan.

"Semua wanita yang sudah berusia 30 tahun harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan. Cukup satu kali sebulan, gampang kok," jelas Dr. Chong pada situs Health-Liputan6 saat ditemui di Jakarta, ditulis Minggu (22/10/2017). "Tujuannya agar wanita ini familiar dengan payudaranya sendiri. Jadi begitu ada perubahan, atau sesuatu yang tidak biasa, mereka bisa langsung tahu", tambah Dr. Chong

Untuk wanita yang di atas 40 tahun usianya, perlu melakukan metode mammogram setiap tahunnya. Tapi Dr. Chong mengatakan, seorang wanita yang lebih muda masih belum memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk masalah kanker payudara ini.

"Wanita usia 30-an ini belum perlu mammogram, lagi pula tes ini tidak terbukti efektif untuk wanita yang lebih muda (di bawah 40 tahun)," tukas Dr. Chong.

Tiga Langkah Periksa Payudara Sendiri

Lebih lanjut lagi dr. Chong memaparkan tentang tiga tahapan yang perlu dilakukan wanita saat memeriksa payudaranya sendiri: Lihat-Raba-Remas.

Berikut cara memeriksa payudara sendiri yang bisa dilakukan wanita di rumah, berdasarkan penjelasan dr. Chong:

Lihat

  • Tangan di samping tubuh
  • Tangan diangkat ke atas kepala
  • Tangan di topang ke panggul


Raba

  • Periksa payudara kanan anda menggunakan tangan kiri, dan sebaliknya juga.
  • Mulailah pemeriksaan dari area ketiak, kemudian di seputar payudara dalam gerakan memutar. Periksa dengan cara membentuk lingkaran yang semakin mengecil saat mendekati puting.
  • Raba dan rasakanlah apakah ada benjolan atau penebalan dalam payudara anda.


Remas

  • Remas puting secara perlahan-lahan, seperti ketika anda berusaha mengeluarkan ASI.
  • Periksakan apakah ada darah atau cairan yang keluar dari puting.
  • Cairan apa saja yang keluar dari puting, terkecuali ASI ketika anda sedang menyusui, adalah abnormal dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan.


Dr. Chong juga mengingatkan, untuk pemeriksaan payudara sendiri ini sebaiknya harus dilakukan beberapa hari sesudah wanita menstruasi. Karena sebelum atau saat menstruasi/haid, payudara lebih cenderung mengalami pembengkakan atau juga penggumpalan sehingga akan lebih susah untuk diperiksa.

Baca artikel sebelumnya : Kisah Lacey Prestay yang Lakukan Masektomi di Usia 25 Tahun

Nah, demikianlah informasi seputar Kanker Payudara yang bermanfaat bagi kaum wanita di Indonesia tentang bahaya kanker payudara bila terlamat di tangani. So, intinya deteksi dini wajib dilakukan dari sekarang. Terima kasih banyak...

Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar