Info News

Penderita Pasien Kanker Payudara Tertipu Pengobatan Herbal

Penderita Pasien Kanker Payudara Tertipu Pengobatan Herbal

Berita Seputar Kanker Payudara - Koordinator penyintas 'Yayasan Kanker Payudara Indonesia' YKPI, Dr. Santi Gultom membagikan kisah nyata yang dialami oleh salah satu seorang pasien kanker payudara.

Wanita tersebut berinisial B, harus rela mengalami metastase ke paru-paru, tulang dan payudara akibat pengobatan herbal dan jug jaket anti kanker.

Baca juga : 2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

"Nyonya B pertama kali merasakan benjolan pada payudara kirinya. Saat itu, besar benjolan kira-kira sebesar kacang tanah," ujar dr. Santi dalam sebuah acara seminar bertema Cerdas Menyikapi Herbal Untuk Terapi Kanker, Senin (13/11/2017) di Gedung BPOM, Jakarta Pusat.

Dr. Santi mengatakan bahwa nyonya yang berinisial B tersebut mengalaminya pada tahun 2014. Pada saat itu, ia memeriksakan diri ke dokter dan kemudian menjalani sebuah pemeriksaan mammografi. Dari pemeriksaan tersebut itu, dokter mengatakan dia terkena penyakit kanker payudara.

"Saat itu usianya sudah 55 tahun, meski sudah paruh baya, dia takut saat disuruh menjalani operasi masektomi. Akhirnya dia nanya pendapat kesana kemari dan memutuskan untuk terapi herbal," lanjut dia.

Empat Jenis Herbal

Pertamakali nyonya yang berinisial B tergiur iklan herbal penyembuh payudara tanpa operasi dan juga kemoterapi. Herbal yang ia pilih berbentuk jamu godog. Kemudian ia mengkonsumsi ramuan herbal tersebut selama enam bulan.

"Merasa tidak ada perubahan, dia beralih ke herbal selanjutnya. Herbal yang dibeli di rawamangun. K
ali ini jamu bubuk instan yang dicampur dengan air panas. Dia minum ini selama tiga bulan," ujar dr. Santi.


Penderita Pasien Kanker Payudara Tertipu Pengobatan Herbal

Sayangnya setelah sembilan bulan ia mencoba dua jenis herbal, masih belum mengalami perubahan yang positif pada payudara miliknya. meskipun dua kali gagal, hal tersebut belum membuat ia jera dan terus mencari-cari pengobatan herbal lainnya.

"Setelah dua kali gagal, nyonya B mencoba terapi holistik di Purwakarta. Kali ini, nyonya B harus tinggal di sana dan menjalani pola makan dan pemberian suplemen sesuai aturan di tempat tersebut," lanjut Dr. Santi Gultom.

Setelah empat bulan nyonya B menjalani pengobatan dan tidak membuahkan hasil sama sekali, maka nyonya B kemudian memutuskan untuk mengkonsumsi herbal pemberian teman dan juga saudaranya. "Terakhir ramuan dari Yogya, ramuan kunyit putih, sarang semut, buah merah, temu mangga, benalu teh dan benalu jambu air," kata Dr. Santi.

Menyerah dengan Herbal, Beralih ke Jaket

Setelah ia merasa lelah dengan berbagai herbal yang tidak memberikan kemajuan apapun padanya, tapi nyonya B justru kembali teriming-iming lagi dengan iklan jaket anti kanker.

"Saat itu, nyonya B mencoba jaket anti kanker yang mengklaim bisa obati kanker payudara tanpa operasi. Dia check up dan scan di tempat praktek DR Warsito hingga tahun ketiga. Saat itu, dinyatakan bersih dari sel kanker," kata Dr. Santi.

Selama dua tahun wanita itu tidak merasakan sakit yang berarti. Tetapi ia mengalami perubahan pada bentuk puting susu dan juga payudaranya.

"Puting susunya malah jadi tertarik ke dalam. Tak hanya itu, ukuran payudara kirinya juga semakin mengecil. Dia berpikir itu bukan masalah, padahal itu pertanda bahwa penyakitnya memburuk," lanjut kata Dr. Santi.

Metastase Paru-paru, Tulang dan Kanker baru

Pada pertengahan ditahun 2016, secara tiba-tiba nyonya B tersebut mengeluh kesulitan dalam bernapas. Tidak hanya itu saja, ia juga mengaku tak memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari di rumah.

"Akibat kondisi tersebut, dia memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Betapa terkejutnya dia saat dokter mengatakan bahwa paru-parunya terendam air sebanyak 1300cc," kata dokter yang praktek di kawasan Jakarta Utara.

Sebulan kemudian kondisi tersebut itu terulang kembali. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya (nyonya B) mengalami metastase ke paru-paru. Metastase sendiri merupakan penyebaran kanker dari suatu organ tubuh ke organ tubuh lainnya.

"Akibat kondisi tersebut, dia memutuskan untuk berhenti melakukan pengobatan dengan jaket anti kanker dan memilih fokus berobat ke dokter onkologi," lanjut Dr. Santi.

Saat ini kondisi si nyonya B tidak hanya mengalami metastase paru-paru saja, tetapi juga pada tulang dan timbul kanker yang baru pada payudaranya.

Baca artikel sebelumnya : Ironi Pasien Kanker yang Gagal Berobat Alternatif

Nah, itulah info Berita Seputar Kanker Payudara yang mungkin bisa menjadi pelajaran penting bagi kaum wanita yang seringkali mengabaikan untuk deteksi dini. Terima kasih banyak atas kunjungannya...

Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar