Info News

Pekerja Perempuan Punya Hak Cuti Menstruasi? Ini Syaratnya

Pekerja Perempuan Punya Hak Cuti Menstruasi? Ini Syaratnya

Berita Seputar Menstruasi - Datang bulan atau menstruasi kerapkali dianggap sebagai hambatan bagi sebagian banyak wanita. Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013 telah menyebutkan bahwa pekerja atau buruh perempuan yang dalam masa menstruasi merasakan sakit dan memberitahukan pada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari kedua pada saat wanita menstruasi.

Menanggapi hal ini, pakar okupasi dari Universitas Indonesia yakni Dr. Nuri Purwito Adi, MKK, SpOK, mengungkapkan bahwa setiap perusahaan harus menerapkan aturan terkait cuti menstruasi yang dimodifikasi. Menurutnya, pekerja kaum wanita berhak untuk mendapatkan cuti menstruasi dalam situasi serta kondisi tertentu.

Baca juga : 3 Penyakit yang Berkaitan dengan Menstruasi, Wajib Konsultasi Dokter

"Cuti bisa diberikan jika pekerja wanita mengalami gejala atau tanda seperti rasa nyeri, pusing atau juga keluarnya darah yang terlalu berlebihan", jelas Dr. Nuri saat diwawancarai oleh Health Liputan6.com, Kamis 01/03/2018.

Nuri pun berpendapat bahwa kebijakan cuti menstruasi tersebut penting untuk diterapkan di perusahaan. Akan tetapi perusahaan harus berhati-hati dalam penerapannya. Menurutnya perlu ada aturan-aturan yang mengurangi penyalahgunaan cuti menstruasi tersebut.

"Misalnya saja seperti surat istirahat dari dokter. Menurut saya itu upaya yang sangat baik", tegas Nuri.

Cuti Menstruasi Idealnya diberikan Satu atau Dua Hari

Meskipun menjadi hak bagi para pekerja kaum wanita, cuti menstruasi ini idealnya hanya bisa diberikan bagi mereka-mereka yang memang benar-benar mengalami rasa nyeri ketika datang bulan mereka tiba. Hal ini disampaikan oleh Sektretaris Jenderal PB POGI, Dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K).

"Ya karena tidak semuanya perempuan mengalami perubahan kualitas hidup saat masa haid. Jadi menurut saya, tidak perlu semuanya dapat," ujar Andon, saat diwawancarai situs Health Liputan6.com, Kamis (1/3/2018).

Menurut Dr. Andon, gejala siklus menstruasi yang membuat pekerja kaum wanita layak untuk mendapatkan cuti menstruasi yakni kram pada perut yang sangat hebat, rasa melilit yang begitu hebat yang bisa disertai dengan rasa sakit kepala, mual dan juga muntah-muntah, lemas, pusing serta nyeri saat berkemih dan bahkan diare.

Baca artikel sebelumnya : Keram Menstruasi sama Sakitnya dengan Serangan Jantung

Demikian ulasan pembahasan tentang Berita Seputar Menstruasi yang bermanfaat ini. Semoga kaum wanita karir bisa lebih senang saat mendengar adanya informasi yang kami buatkan disini. Terima kasih banyak...

Sumber : health.liputan6.com

Tidak ada komentar