Info News

2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

Berita Seputar Kanker Payudara - Globalisasi membawa banyak sekali perubahan dalam kehidupan manusia di muka bumi. Derasnya arus informasi, kemajuan teknologi serta pergerakan yang semakin dinamis menjadi beberapa hal yang tidak bisa dielakkan.

Munculnya berbagai jenis penyakit baru juga menjadi salah satu dampak buruk yang ditimbulkan oleh globalisasi. Salah satunya berkontribusi pada perubahan gaya hidup, pola makan dan juga lingkungan.

Kanker menjadi salah satu jenis penyakit penyebab kematian yang terbesar pada era saat ini. Menurut data dari Badan kesehatan Dunia (WHO) tahun 2013, penyakit kanker menjadi faktor penyebab kematian kedua terbesar setelah penyakit jantung di beberapa negara berkembang.

Kasus penyakit kanker pun diperkirakan akan meningkat hingga 70% sampai tahun 2030.

Ilmuwan dunia merespon hal itu dengan mengembangkan pengobatan yang baru. Kampanye pola hidup sehat, sedang gencar-gencarnya dilakukan untuk meminimalisir orang-orang yang terjangkit penyakit tersebut.

Sejumlah peneliti dari negara Indonesia pun turut berkontribusi dalam mengobati serta mencegah timbulnya penyakit kanker pada masyarakat.

2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

Dalam acara penghargaan di L'Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship Awards 2017 untuk yang ke-14 kalinya, situs Liputan6.com berkesempatan mewawancarai dua perempuan peneliti hebat asal Indonesia yang sedang mengembangkan perangkat baru untuk mendeteksi dan mengobati penyakit kanker.

Mereka adalah Dr Siti Nurul Aisyiah Jenie dan juga Dr Yuliati Herbani. Keduanya merupakan seorang pemenang L'Oréal-UNESCO FWIS National Fellowship Awards 2017 dalam kategori Material Sciences dan juga Engineering Sciences.

Selain itu juga terdapat dua pemenang FWIS 2017 kategori Life Sciences yang penelitiannya masih berkutat di bidang medis, yaitu Retno Wahyu Nurhayati Ph.D dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, dan juga Yulia Yusrini Djabir Ssi, MSi, MBmSc, Ph.D, Apt dari Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin.

Presiden Direktur L'Oréal Indonesia, yakni Umesh Phadke, menyampaikan pada masyarakat perlu mendukung perempuan peneliti tersebut. Pasalnya, apa yang mereka lakukan tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan pribadinya tetapi juga untuk orang banyak.

"Melalui penghargaan L'Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017, kami ingin mendukung perempuan dalam sains karena kontribusi besar mereka tidak boleh diabaikan," demikianlah ujar pria yang akrab disapa dengan nama Umesh tersebut.

"Mari merayakan peran mereka sebagai inspirasi yang telah mempertegas pentingnya sains untuk masa depan dan juga untuk mendorong mereka mengejar karier di bidang sains," imbuh Umesh.

Deteksi Kanker Dini dengan Cara Mudah dan Sederhana

Secara statistik, kematian yang disebabkan kanker berada di peringkat kedua di dunia. Sementara itu di Asia tenggara sendiri berada di tingkat ketiga dan Indonesia ada di peringkat kelima.

Sebanyak 33% dari pasien yang terdiagnosis penyakit kanker sudah berada pada stadium III. Padahal, jika penyakit kanker bisa dideteksi lebih dini, maka kemungkinan pengidap kanker untuk sembuh pun akan lebih tinggi.

Sadar akan hal tersebut, Dr Siti Nurul Aisyiah Jenie telah mengembangkan sebuah alat canggih untuk mendeteksi kanker mulai dari stadium awal.

"Saya ingin mengembangkan suatu alat atau juga perangkat sistem deteksi kanker di stage awal. Tujuannya supaya penanganan medisnya lebih mudah, dan juga supaya harapan hidup masyarakat Indonesia atau global lebih panjang," ujar perempuan yang menyelesaikan gelar doktornya pada bidang Materials & Minerals Science di University of South Australia itu.

Saat ditemui dalam acara penghargaan L'Oréal-UNESCO 2017 pada 9 November yang lalu, ia menjelaskan dengan secara singkat soal penelitiannya yang berjudul "Pengembangan Nanopartikel Berfluoresens Berbasis Silika Alam Indonesia untuk Biomimaging Optik."

2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

Menurut penjelasan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut, proses pembuatan nanopartikel yang dilakukannya tersebut menggunakan metode Modified Sol Gel, dimana silika yang diekstrak dari bahan alami di negara Indonesia akan diproses dengan basa dan kemudian ditambahkan dengan pewarna fluoresens menjadi bentuk gel.

"Jadi silika berfluoresens setelah jadi, masih dimodifikasi lagi dengan biomolekul, biomolekul itulah yang akan mengidentifikasi sel-sel kanker," ucap Siti.

Dalam bayangannya, Siti mengatakan bahwa alat tersebut nantinya akan berbentuk seperti testpack atau thin layer (lapisan tipis). Dengan alat tersebut itu seseorang tidak harus menginjeksikan sesuatu kedalam tubuh, melainkan menaruh sampel tubuh ke alat tersebut.

Cara kerjanya yaitu, jika alat tersebut berpendar atau menyala setelah ditaruh sampel, maka kemungkinan besarnya terdapat sel kanker dalam sampel tubuh.

"Itu sebagai early detection (deteksi dini). Saya mau tekankan disini, perangkat ini hanya sebagai pendeteksi dini sebelum nanti dia berlanjut ke tes-tes yang lain, sama seperti tes kehamilan," jelas Siti.

Nanopartikel Emas dan kunyit untuk Pengobatan kanker

Tingkat kejadian masalah kanker di Asia Tenggara merupakan yang teritinggi di seluruh dunia, dan negara Indonesia masuk diperingkat teratas bersama negara Malaysia dan juga Singapura. Di Tanah Air sendiri, penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan jenis penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.

Kanker serviks sendiri telah menjadi faktor penyebab kematian pada perempuan ketiga di Indonesia, dimana pada tahun 2013 terdapat 98 ribu orang penderita kanker serviks di Indonesia.

Selama ini, radioterapi dan juga kemoterapi masih menjadi pengobatan kanker yang paling sering digunakan.

tetapi, adanya sejumlah kerugian yang ditimbulkan atas pengobatan tersebut itu, misalnya saja terdapatnya residu yang tinggi didalam tubuh, membuat kebutuhan adanya inovasi penerapan teknologi lain untuk penanganan penyakit kanker.

Melalui penelitian yang berjudul "Sintesis Nanopartikel Kurkumin-Emas dengan Teknik Ablasi Laser Femtosekon dan Studi Bioaktivitas Cytotoxic pada Sel Kanker untuk Terapi Pengobatan Kanker", Dr Yuliati Herbani telah mengembangkan terapi kanker yang didasarkan pada tiga hal, kunyit, emas, dan juga laser.

Kurkumin yang banyak terdapat pada kunyit, terbukti bisa membunuh sel-sel kanker. Sementara itu, emas bisa membangkitkan panas yang dalam ukuran tertentu yang mampu menghancurkan sel-sel kanker.

Dari dasar itulah, perempuan yang bergelar doktor di bidang teknik material terapan laser dari Universitas Tohoku, Jepang, ini mengawinkan dua bahan tersebut. Ia membuatnya menjadi ukuran nanopartikel dengan cara menggunakan teknologi laser.

2 Perempuan Peneliti Bangun Alat Pendeteksi dan Pemusnah Kanker

Selain panasnya bisa menghancurkan sel kanker, perempuan yang akrab disapa dengan nama Yuli itu juga menggunakan nanopartikel emas karena zat tersebut bisa keluar bersama metabolisme tubuh.

Secara singkat, alumni Institut Pertanian Bogor jurusan fisika tersebut ini menjelaskan tentang cara kerja "duet" kunyit dan juga emas yang dibantu dengan teknologi laser.

"Nanopartikel emas masuk ke dalam tubuh kemudian kita laser dengan energi rendah, dia akan membangkitkan panas, dari panas itu bisa menghancurkan sel-sel kanker. Jika dikawinkan dengan kurkumin, kurkumin itu tidak bisa terlarut dalam air, makanya dia dikawinkan dengan si emas tadi agar bisa masuk ke dalam tubuh dengan sempurna," jelas Yuli.

"Begitu ada fototermal tadi, nanopartikel emasnya jadi panas sehingga kurkuminnya lepas dan itu bisa menyebar lebuh jauh jaraknya daripada nanopartikel, jadi efeknya ganda" imbuh Yuli.

Yuli pun menjelaskan, penelitiannya tersebut itu masih meneliti aktivitas nanopartikel tersebut didalam sel. Meskipun demikian, ia bercita-cita bahwa penelitiannya itu bisa diinjeksikan ke bagian tubuh yang terkena penyakit kanker.

Baca artikel sebelumnya : Rajin Makan Ini, Kemungkinan Kena Kanker Payudara Sirna

Demikianlah informasi Berita Seputar Kanker Payudara yang sangat bermanfaat bagi masyarakat umum, khususnya kaum hawa. Biasakan gaya serta pola hidup yang sehat dan deteksi dini secara rutin untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Terima kasih banyak...

Sumber : global.liputan6.com

Tidak ada komentar