Info News

Apa Bedanya Gemuk dan Obesitas?

Apa Bedanya Gemuk dan Obesitas?, Apa Perbedaan Kegemukan Dengan Obesitas?, Perbedaan Gendut Dan Obesitas

Perbedaan Gemuk dan Obesitas - Meski sering dikira sama saja, sebenarnya gemuk dan obesitas itu adalah dua hal yang sangat berbeda. Secara sederhananya, obesitas sendiri bersifat lebih parah jika dibandingkan dengan kegemukan. Mereka yang tubuhnya gemuk belum tentu obesitas, tapi mereka yang mengalami obesitas sudah pasti gemuk.

Menurut data-data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, dalam setiap kategori usia, persentase mereka yang menderita masalah obesitas lebih banyak jika dibandingkan dengan seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau kegemukan. Wanita juga mempunyai persentase yang lebih tinggi baik dalam kategori berat badan lebih maupun juga obesitas. Sementara itu berdasarkan wilayah tempat tinggal, mereka-mereka yang tinggal di wilayah perkotaan mempunyai persentase gemuk dan obesitas yang jauh lebih tinggi.

Baca juga : Pengertian Tentang Obesitas

Apa perbedaan antara gemuk dan obesitas?

Baik gemuk maupun juga obesitas, keduanya itu sama-sama mengindikasikan adanya kelebihan kadar lemak didalam tubuh mereka. Gemuk dan obesitas sendiri digunakan untuk mengidentifikasi bagi mereka yang beresiko tinggi untuk mengalami masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kelebihan kadar lemak didalam tubuh. Gemuk dan obesitas ini biasanya diukur dengan menggunakan IMT atau Indeks Massa Tubuh. Penghitungan indeks massa tubuh tersebut ini menggunakan berat badan dan juga tinggi badan. Caranya yaitu dengan membagi berat badan Anda dalam kilogram dan dengan hasil kuadrat tinggi badan Anda dalam meter. Sebagai contohnya, jika berat badan Anda sebesar 58 kg dan tinggi badan Anda 1,6 meter, maka penghitungannya ialah 58/1,6 x 1,6 sehingga didapatkan hasil 22,65.

Indeks Masa Tubuh (IMT) seperti inilah yang kemudian digunakan untuk menentukan apakah Anda itu termasuk gemuk atau obesitas. Pembagian indeks masa tubuh sendiri adalah sebagai berikut:

  • <18,5 termasuk kategori kurus atau kurang berat badan.
  • 18,5 hingga <25 termasuk kategori normal.
  • 25 hingga <30 berada pada kategori berat badan berlebih atau gemuk.
  • >30 termasuk kategori obesitas.


Obesitas kemudian masih dibagi lagi menjadi:

  • Obesitas kelas 1: indeks massa tubuh antara 30 hingga <35
  • Obesitas kelas 2: indeks massa tubuh antara 35 hingga <40
  • Obesitas kelas 3; indeks massa tubuh di atas angka 40. Obesitas ini biasanya disebut juga obesitas ekstrem atau obesitas parah.


Apakah pengukuran lemak dengan indeks masa tubuh akurat?

Pengukuran yang menghasilkan gemuk dan juga obesitas biasanya dilakukan dengan cara menggunakan indeks massa tubuh. Pada masing-masing individu, indeks massa tubuh itu merupakan salah satu alat skrining yang cukup baik dalam mendeteksi status gizi, tapi tidak bisa digunakan untuk mengetahui total jumlah lemak didalam tubuh ataupun menyatakan status kesehatan seseorang. Maka dari itulah, praktisi kesehatan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi jika ingin mendiagnosis status kesehatan seseorang maupun resiko mengidap penyakit tertentu.

Meskipun indeks massa tubuh tersebut tidak bisa digunakan untuk mengukur kadar lemak didalam tubuh secara langsung, tapi beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa hasil pengukuran indeks massa tubuh sendiri tidak terlalu jauh berbeda dengan hasil pengukuran lemak tubuh secara langsung yang melalui pengecekan tebal lemak kulit, impedansi biolektrikal, pengukuran berat badan dibawah air, maupun juga metode pengukuran lemak tubuh lainnya. Lebih jauh lagi, indeks massa tubuh ini juga berhubungan secara kuat dengan berbagai macam-macam kondisi kesehatan jika dibandingkan dengan pengukuran kadar lemak secara langsung.

Bagaimana pengukuran gemuk dan obesitas pada anak?

Berbeda dengan orang yang dewasa, anak-anak mempunyai metode pengukuran yang berbeda. Anak-anak dan juga balita akan diukur berat badan serta tinggi badannya kemudian hasil pengukuran tersebut akan dikonversikan ke dalam nilai terstandar yang disebut Zscore. WHO pada tahun 2005 telah menerbitkan angka baku untuk menginterprentasikan nilai Zscore tersebut. Jika anak Anda mempunyai kartu KMS (Kartu Menuju Sehat), maka akan lebih mudah sekali untuk memantau status gizinya, mintalah tenaga kesehatan tempat Anda memeriksakan anak Anda untuk senantiasa memeriksa berat badan dan tinggi badan anak secara rutin dan berkala.

Mana yang lebih berbahaya, gemuk atau obesitas?

Secara keseluruhan, baik itu gemuk maupun obesitas sebenarnya sama-sama memberikan efek yang buruk bagi kesehatan Anda, karena keduanya ini merupakan penanda bahwa Anda mengalami masalah kelebihan lemak. Tapi jika dihubungkan dengan banyaknya kadar lemak didalam tubuh, maka obesitas tersebut sudah pasti lebih berbahaya jika dibandingkan dengan kegemukan karena lebih tingginya kadar lemak didalam tubuh. Namun cobalah perhatikan dimana lemak Anda tersimpan.

Meskipun Anda belum termasuk orang yang mengalami obesitas, tapi jika lemak Anda banyak terdapat pada perut, maka resiko Anda menderita berbagai jenis macam penyakit degeneratif menjadi lebih besar. Lemak perut lebih berbahaya jika dibandingkan dengan lemak yang terdapat pada pinggul ataupun bagian tubuh lainnya.

Cara yang paling mudah untuk mengukur apakah Anda mempunyai penumpukan lemak di perut ialah dengan cara mengukur lingkar pinggang Anda. Pada seorang wanita, disarankan lingkar pinggang Anda tidak melebihi 80 cm, sementara pada seorang pria tidak lebih dari 90 cm.

Baca artikel sebelumnya : 4 Cara Menjaga Tubuh Wanita agar Tetap Sehat dan Cantik

Semoga ulasan terkait Perbedaan Gemuk dan Obesitas ini dapat memberikan pelajaran penting bagi kaum wanita khususnya yang memiliki berat badan berlebih. Cobalah baca informasi diatas sampai tuntas dan jika terdapat solusi silahkan coba dirumah. Terima kasih banyak...

Sumber : hellosehat.com

Tidak ada komentar