Info News

Pilih Diet Cepat atau Diet Sehat?

Diet Cepat atau Diet Sehat? - Alodokter, Pilih Mana Diet Cepat atau Diet Sehat, 15 Cara Diet Aman Menurunkan Berat Badan Dalam Seminggu

Diet Cepat atau Diet Sehat? - Perubahan pada pola makan secara mendadak untuk menurunkan berat badan dengan secara cepat bisa beresiko membuat Anda mengalami gangguan kesehatan tubuh. Usaha keras yang tidak sehat seperti ini juga tidak memungkinkan perubahan pola gaya hidup berkelanjutan yang bertujuan untuk menjaga kestabilan berat badan yang ideal dalam jangka panjang.

Setengah sampai satu kilogram dalam per minggu adalah jumlah penurunan berat badan yang direkomendasikan. Setengah kilogram lemak itu mengandung sekitar 3.500 kalori. Maka untuk mengurangi setengah kilogram dalam per minggu, Anda perlu membakar setidaknya 3.500 kalori dalam per minggu atau 500 kalori per hari.

Baca juga : Sulit Langsing? Cobalah Tips mudah Diet Sehat Alami Ini

Resiko Diet Cepat

Penurunan berat badan yang secara cepat lebih cenderung tidak akan bertahan lama. Selain itu juga orang yang menghilangkan berat badannya dengan cepat akan beresiko mengalami masalah kesehatan:

Tubuh lemas dan mudah lelah
Umumnya, orang-orang yang ingin menurunkan berat badannya dengan cepat akan makan dalam porsi yang jauh lebih sedikit atau juga bahkan memaksakan diri mereka untuk tidak makan. Kondisi semacam ini membuat tubuh kekurangan kalori, sehingga akan mudah lemas dan lelah. Produktivitas orang tersebut pun juga akan menurun.

Kurang nutrisi
Tubuh memerlukan kandungan karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan juga protein dalam jumlah yang ideal agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi ketika seseorang ingin berat badan segera turun, mereka akan cenderung untuk mengurangi atau bahkan juga menghilangkan beberapa nutrisi penting seperti karbohidrat dan lemak. Padahal tubuh manusia membutuhkan semua unsur supaya tubuh tetap sehat dan juga tidak rentan terkena penyakit.

Berat badan cepat naik kembali
Diet yang sangat cepat tidak memberikan kesempatan untuk melatih tubuh membakar kalori dalam jumlah yang banyak. Padahal untuk mencapai hasil yang bisa bertahan lama, diperlukan perubahan pola gaya hidup yang secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari berolahraga hingga pengaturan pada pola makan. Diet cepat membuat menu makanan yang Anda konsumsi tidak terbakar dengan secara maksimal, sehingga berat tubuh pun kembali naik.

Rusaknya jaringan otot
Diet yang dilakukan secara ekstrem dan cepat tidak membakar lemak, melainkan membakar otot-otot tubuh, sehingga jaringan otot menjadi rusak.

Gangguan tubuh lain
Beberapa penyakit yang bisa menyerang karena efek samping diet yang cepat, antara lain sakit kepala, konstipasi, rambut rontok, dan juga menstruasi yang tidak teratur.

Penyakit serius yang mungkin akan terjadi
Diet cepat yang dilakukan dengan secara terus-menerus bisa beresiko mendatangkan penyakit yang serius, antara lain:

  • Batu empedu: terjadi pada 1-2 dari 10 orang yang kehilangan berat badannya dalam jumlah banyak dalam beberapa bulan.
  • Ketidakseimbangan elektrolit didalam tubuh.
  • Dehidrasi.


Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Diet
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan-kebiasaan yang umum dilakukan dalam melakukan program diet cepat yang justru bisa merugikan kesehatan Anda:

Melewatkan makanan utama
Penelitian telah membuktikan bahwa orang yang teratur makan pagi, siang, dan juga makan malam lebih bisa menjaga berat badan ideal. Sarapan yang mengandung cukup serat dan protein bisa membuat Anda tetap merasa kenyang hingga tiba waktu makan siang nanti. Namun melewatkan menu makanan utama akan membuat Anda cenderung mengkonsumsi banyak makanan-makanan ringan di sela-sela waktu makan utama.

Menyepelekan kandungan makanan ringan
Pernahkah Anda memperhatikan kira-kira berapa banyak kalori yang terkandung didalam dua potong gorengan, sekantong kripik kentang, dan sepotong kue? Jumlah totalnya itu bisa melebihi kalori yang seharusnya Anda konsumsi, lho. Memeriksa label nutrisi pada kemasan makanan bisa membantu Anda memperkirakan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Sama sekali tidak mengkonsumsi makanan ringan
Menyantap makanan ringan yang berkalori cukup tinggi memang beresiko membuat diet gagal. Tapi ternyata jika makanan ringan tersebut itu jenis yang sehat dan berkalori rendah justru akan membuat orang jauh dari rasa lapar dan bahkan lebih mampu menjaga berat badan ideal. Makanan ringan kaya protein misalnya seperti kacang almond bisa menjaga metabolisme tubuh tetap bekerja maksimal.

Meminum minuman yang terlalu banyak kalori
Orang yang melakukan program diet cepat lebih cenderung menghindari konsumsi menu makanan berkalori tinggi. Sebagai gantinya, mereka akan mengkonsumsi lebih banyak minuman yang manis. Padahal jumlah kalori di dalam minuman tertentu misalnya seperti kopi dengan krim dan juga minuman soda sebenarnya tidak kalah banyak dibandingkan dengan makanan. Selain itu juga minuman-minuman ini justru akan membuat perut anda merasa lapar sehingga pada akhirnya Anda pun perlu makan lebih banyak.

Kurang mengkonsumsi air mineral
Sebagian banyak orang mengira bahwa mengkonsumsi air mineral bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Padahal air mineral itu merupakan unsur terpenting di dalam pembakaran kalori. Konsumsi minimal delapan gelas dalam per hari justru akan meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Menimbang tubuh tiap hari
Jika berat tubuh turun dalam hitungan hari, maka kemungkinan besarnya yang turun adalah kadar air di dalam tubuh. Tapi bukan lemak. Daripada tiap hari menakar berat badan sendiri, cobalah untuk lebih memfokuskan diri anda pada tujuan jangka panjang seperti target menghilangkan setengah kilogram dalam waktu 1-2 pekan.

Menetapkan target yang tidak realistis
Selain bisa membuat frustasi karena keinginan yang tidak tercapai, menargetkan untuk menurunkan berat badan sampai 5 kilogram dalam seminggu bisa membuat Anda berniat melakukan segala cara, termasuk juga cara tidak sehat untuk mencapainya.  Stres karena target yang tidak tercapai justru bisa memicu Anda untuk makan lebih banyak lagi.

Cara Diet Sehat

Pada dasarnya program diet yang sehat adalah tentang mengelola pola makan, termasuk juga memilih jenis menu makanan yang sebaiknya dikonsumsi. Diet yang sehat itu adalah ketika semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi.

Beberapa langkah-langkah sederhana yang bisa menjadi panduan:

Tentukan target yang sehat setiap minggu
Target-target kecil dan target sederhana bernilai penting sebagai langkah menuju perubahan gaya hidup yang secara berkelanjutan. Selain itu juga menetapkan target realistis secara rutin dan berhasil memenuhinya akan membuat Anda merasa positif. Misalnya saja jika Anda suka mengkonsumsi gorengan setiap hari, targetkan untuk tidak mengkonsumsinya dalam waktu seminggu. Sebagai gantinya, anda konsumsilah selingan sehat seperti buah kering.

Aktif bergerak
Sebagai langkah yang awal, Anda tidak perlu untuk berolahraga secara rutin untuk tetap merasa bugar. Lakukan suatu hal yang Anda sukai supaya aktivitas tersebut bisa dilakukan berulang-ulang seperti bermain futsal bersama rekan-rekan kerja atau bersepeda bersama keluarga. Menjadwalkan olah tubuh di pagi hari sebelum mulai beraktivitas itu merupakan cara yang terbaik bagi Anda yang merasa kesulitan untuk meluangkan waktu juga. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 2-3 jam per minggu.

Kurangi makanan kemasan
Batasi konsumsi menu makanan dalam kemasan, makanan siap saji, dan juga makanan yang digoreng. Kelompok menu makanan jenis ini banyak mengandung kalori, bahan pengawet, dan juga garam.

Pilihlah makanan yang diolah dengan cara tertentu
Lebih baik mengkonsumsi makanan-makanan yang diproses dengan cara dikukus ataupun direbus jika dibandingkan dengan yang digoreng di dalam minyak panas. Makanan yang dikukus atau juga direbus dalam waktu yang tidak terlalu lama mempunyai kandungan nutrisi yang jauh lebih lengkap dibandingkan menu makanan yang digoreng. Sementara itu, menu makanan yang digoreng mengandung kalori dan lemak jenuh yang tinggi.

Atur ulang isi piring anda
Penuhi sepertiga bahan menu makanan di piring dengan daging tanpa lemak, ikan, ataupun daging unggas. Cobalah untuk memperbanyak porsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan juga kacang-kacangan. Pilihlah jenis sumber karbohidrat yang sehat misalnya seperti beras merah atau kentang. Makan buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti apel, tomat dan avokad.

Baca artikel sebelumnya :

Memulai dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik
Kebiasaan-kebiasaan yang sederhana berikut ini bisa membawa manfaat besar jika dilakukan secara konsisten dan dalam jangka panjang:

  • Mengkonsumsi air mineral dengan cukup dan teratur.
  • Jangan lewatkan makanan utama.
  • Perbanyak konsumsi sayur supaya Anda merasa kenyang lebih lama.
  • Hindari membeli ataupun menyimpan makanan ringan berkalori tinggi di rumah.
  • Disiplinkan waktu olahraga Anda.
  • Makanlah dengan tenang sambil duduk di meja makan dan bukan sambil bekerja.


Nah, itu saja informasi Diet Cepat atau Diet Sehat? Sekian dan terima kasih banyak kunjungan anda...

Tidak ada komentar