Info News

Pesan Menkes agar Wanita Terhindar dari Kanker Payudara dan Serviks

Setidaknya Ada 15 Gejala Kanker yang Harus Diwaspadai, Tentang Kanker | Yayasan Kanker Indonesia, Penyakit Kanker

Seputar Kanker - Kematian karena penyakit kanker payudara dan kanker serviks (kanker leher rahim) bisa dicegah lebih dini. Menteri Kesehatan yaitu Nila Farida Moeloek mengajak seluruh masyarakat khususnya bagi kaum wanita untuk memeriksakan diri supaya terlindungi dari resiko akut kanker payudara dan kanker serviks.

Ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, pada hari Senin, tanggal 17 April 2017 pada acara Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan Tes IVA dan Sadani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan bahwa betapa pentingnya wanita memerangi kanker serviks dan kanker payudara.

"Dulu, saya sendiri pernah bergabung di Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Kanker serviks dan kanker payudara memang menjadi permasalahan luar biasa yang sampai sekarang harus terus ditangani", katanya.

Wanita bisa melakukan deteksi kanker payudara dengan sebuah pemeriksaan payudara sendiri. Jika ada benjolan, sebaiknya segera memeriksakan diri dan hindari menunda pemeriksaan.

Semakin cepat terdeteksi, maka pengobatan pun bisa dilakukan segera dan efektif.

Menyoal kanker serviks

Berbeda dengan kanker payudara yang bisa diketahui dari salah satu gejalanya yang berupa benjolan, kanker serviks sangat sulit dideteksi.

"Kanker serviks sendiri memang sukar dilihat. Ada baiknya kaum wanita melakukan skrining dengan tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Asam asetat ini biasa yang dikenal dengan sebutan nama asam cuka. Jadi, jangan sembarangan dicoba sendiri. Harus ada petugas medis yang membantu menanganinya", jelas Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Asam asetat dioleskan ke leher rahim. Dan setelah dioleskan, hasilnya akan terlihat, apakah ada bercak-bercak putih atau tidak. Akan tetapi, bercak putih yang terlihat tersebut bukan berarti anda positif terkena kanker serviks.

"Bercak-bercak putih ini sebagai tanda jika wanita dicurigai gejala pra kanker - sebelum terjadinya kanker. Adanya pra kanker ini bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter", lanjut Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Pemeriksaan kanker serviks dengan menggunakan tes IVA mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan dari data Kementerian Kesehatan, bahwa kurang dari satu juta wanita yang memeriksakan diri tes IVA pada tahun 2007 - 2014.

Di tahun selanjutnya, kaum wanita yang melakukan tes IVA bertambah 400 ribu. Kini, ada 1,2 juta wanita yang sudah mau melakukan tes IVA tersebut.

Nah, sekarang giliran anda kapan mau untuk melakukan tes IVA? Terima kasih sudah menyimak artikel Seputar Kanker ini dan mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa anda petik disini...

Tidak ada komentar