Info News

Hot Flashses, Fenomena saat Tubuh Mendadak Terasa Panas

Hot Flashes: Fenomena Saat Tubuh Mendadak Terasa Panas, Demam: Apa dan Bagaimana Mengatasinya?, Kenapa Seluruh Badan Saya Terasa Panas Namun Tidak Sakit

Pengertian Hot Flashes - Bagi sebagian kaum perempuan, fenomena hot flashes itu identik dengan masa menopause, atau alias saat siklus menstruasi pada kaum perempuan sudah terhenti. Kondisi seperti ini biasanya dirasakan sebagai suatu sensasi hangat hingga panas, dan bahkan bisa membuat kulit berwarna kemerahan hanya dalam sesaat. Meskipun hot flashes atau hot flush itu adalah hal yang wajar, tetapi sering kali membuat rasa tidak nyaman bagi kaum perempuan.

Apa yang terjadi saat tubuh seseorang mengalami hot flashes?

Rasa panas bisa terjadi secara perlahan ataupun bisa timbul dalam secara tiba-tiba serta bisa terjadi pada waktu yang bervariasi hanya dalam hitungan menit, jam atau bahkan hari. Hot flashes sendiri ditandai dengan adanya beberapa tanda-tanda spesifik di antaranya:

  • Rasa panas yang menyebar luas di sekitar area tangan, tubuh dibagian atas dan wajah.
  • Jantung berdebar.
  • Warna kemerahan pada kulit.
  • Keringat yang berlebihan pada tubuh bagian atas.
  • Tubuh terasa dingin setelahnya.


Gejala hot flashes itu lebih sering muncul pada malam hari dan hal ini bisa menetap selama masa transisi, atau bahkan berlangsung selama beberapa tahun selama tubuh itu menyesuaikan perubahan hormon di usia menopause. Hot flush ini sering kali menyebabkan gangguan tidur dan juga insomnia kronis, akibatnya bisa memicu gangguan ingatan, rasa cemas, dan juga depresi pada kaum perempuan menopause.

Faktor resiko hot flashes

Menopause terjadi karena suatu perubahan pada hormon tubuh, meskipun demikian tidak semuanya perempuan akan mengalami hot flashes di usia menopause. Tidak diketahui dengan secara pasti mekanisme hot flashes bisa terjadi, akan tetapi perubahan hormon reproduksi bisa berpengaruh besar terhadap kelenjar hipotalamus sehingga tubuh akan menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Terdapat beberapa pemicu yang bisa menyebabkan kaum perempuan menopause lebih beresiko mengalami gejala hot flashes, diantaranya:

  • Mengkonsumsi rokok dan menjadi perokok yang pasif
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Sedang stres atau merasa cemas
  • Obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik, yang terutama setelah memasuki masa menopause
  • Mengkonsumsi makanan-makanan pedas
  • Mengkonsumsi tinggi kafein
  • Berada di ruangan dengan suhu yang cukup panas
  • Memakai jenis pakaian yang super ketat


Penyebab hot flashes jika anda tidak sedang masa menopause

Gejala hot flush pada tubuh itu juga bisa dialami meskipun seorang perempuan belum memasuki masa menopause dan hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hal, di antaranya:

  • Efek samping pengobatan – hot flashes bisa disebabkan oleh beberapa jenis obat-obatan seperti obat osteoporosis (Raloxifene), obat kemoterapi kanker payudara (Tamoxifene) dan juga obat penghilang rasa sakit (Tramadol).
  • Pola makan – kebiasaan memakan makanan pedas bisa memberikan sensasi panas yang disebabkan pembesaran pembuluh darah dan juga stimulasi ujung saraf, sehingga akan menyebabkan rasa panas. Mengkonsumsi alkohol, bagi beberapa orang, juga bisa menyebabkan reaksi tersebut sehingga bisa menyebabkan serangan rasa panas pada tubuh.
  • Sekresi hormon tertentu – hormon epinephrine dan juga norepinephrine bisa meningkatkan aliran darah yang berakibat menimbulkan sensasi rasa hangat hingga panas pada tubuh. Mekanisme ini bisa terjadi saat seseorang sedang mengalami stress, cemas, atau juga sebagai reaksi alergi.
  • Pertanda transisi menopause – di saat masa menopause terjadi pada usia sekitar 50 tahun, masa transisi perubahan pada hormon (masa perimenopause) bisa terjadi hingga 10 tahun sebelum memasuki usia menopause, dan gejala hot flashes sendiri mungkin sudah mulai terjadi saat ini.
  • Malfungsi kelenjar hipotalamus – penurunan hormon estrogen saat masa menopause bisa mempengaruhi fungsi kelenjar hipotalamus. Tapi hal tersebut bukanlah satu-satunya, gangguan fungsi hipotalamus juga bisa memicu hot flush. Gangguan fungsi hipotalamus itu sendiri bisa juga disebabkan beberapa kondisi lainnya seperti:
  • Gangguan makan
  • Penyakit genetik dan hipertiroidisme
  • Trauma pada kepala


Apakah hot flashes hanya dialami oleh kaum perempuan?

Laki-laki juga bisa mengalami gejala hot flashes jika dirinya mengalami andropause di mana hormon testosterone mereka mengalami penurunan yang signifikan. Sama halnya seperti pada kaum perempuan menopause, penurunan hormon tersebut juga bisa mengganggu kerja hipotalamus sehingga bisa menyebabkan gejala serangan panas. Pada umumnya, hot flush pada kaum laki-laki memiliki gejala serta pola yang hampir sama dengan kaum perempuan. Tetapi hot flashes bukanlah suatu hal yang normal pada laki-laki yang sehat, oleh karena itulah hal ini bisa diatasi dengan terapi penggantian hormon testosteron.

Cara mengatasi hot flashes
Tingkat keparahannya bisa diminimalisir dengan cara melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menjaga suhu tubuh dan lingkungan – menjaga suhu ruangan agar tetap sejuk dan kenakan baju dengan bahan serat alami atau berbahan dasar katun.
  • Aktivitas fisik yang teratur – aktif bergerak dengan berjalan, bersepeda, menari, atau bahkan berenang.
  • Menerapkan teknik pernapasan pada perut – merupakan teknik relaksasi yang cukup efektif dengan bernapas secara teratur dan dengan menarik napas dalam dengan frekuensi enam hingga delapan kali per menit. Dilakukan selama 15 menit pada pagi dan juga sore hari untuk mengurangi gejala panas.
  • Gunakan bantal yang dingin untuk tidur – hal ini bisa mengurangi intensitas hot flashes saat Anda sedang mencoba untuk tertidur.
  • Terapi penggantian hormon – merupakan cara yang terakhir dan memerlukan pengawasan oleh dokter. Terapi tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat dan juga memiliki resiko efek samping seperti peningkatan gumpalan darah dan inflamasi kantung empedu. Tetapi, terdapat cara alternatif lain yang mengurangi keparahan dari hot flashes dengan perbaikan gaya hidup, seperti aktif bergerak, diet seimbang, dan juga hindari konsumsi alkohol serta rokok.


Semoga pembahasan tentang Pengertian Hot Flashes ini dapat anda simak dengan baik dan jelas, serta mudah-mudahan di pembahasan kali ini anda bisa memetik manfaat yang ada di artikel ini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Tidak ada komentar