Info News

8 Gejala Anda Sedang Memasuki Masa Menopause

10 Gejala Anda Sedang Memasuki Masa Menopause • Hello Sehat, Tanda dan Gejala Menopause Dini pada Wanita, 9 Tanda menopause dini yang wajib diwaspadai | merdeka.com

Gejala Memasuki Masa Menopause - Menopause adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari oleh semua wanita. Sebagian kecil wanita bisa melewati masa menopause tanpa mengalami gejala-gejala yang tidak menyenangkan, tetapi sebagian lagi harus mengalami gejala yang cukup membuat tidak nyaman. Gejala menopause yang dialami oleh kaum wanita menjelang masa menopause merupakan akibat dari berkurangnya hormon seks wanita seperti estrogen dan juga progesteron. Lantas, gejala-gejala apa saja yang mungkin dialami oleh seorang wanita menjelang menopause?

1. Perubahan siklus menstruasi
Anda mungkin akan mengalami suatu perubahan siklus menstruasi. Jumlah darah yang keluar saat menstruasi juga mungkin akan lebih banyak, lebih sedikit, atau juga mungkin hanya berupa flek atau spotting. Durasi menstruasi Anda juga mungkin akan menjadi lebih singkat.

Jika Anda tidak mengalami siklus menstruasi pada waktu yang seharusnya, maka pastikan Anda sudah menyingkirkan kemungkinan hamil. Jika Anda tidak hamil, tidak mengalami menstruasi sesuai jadwal mungkin bisa menjadi penanda dimulainya masa menopause Anda. Jika Anda mengalami spotting setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, Anda mungkin harus segera berkonsultasi pada dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang jauh lebih serius seperti kanker.

2. Hot flashes
Hot flashes merupakan suatu kondisi dimana Anda mengalami sensasi panas, baik itu di bagian atas tubuh atau bahkan seluruhnya. Wajah dan leher mungkin bisa menjadi merah dan Anda mungkin akan menjadi berkeringat. Intensitas hot flash bisa bervariasi mulai dari ringan hingga kuat, atau bahkan sampai mengganggu tidur. Kondisi seperti ini biasa berlangsung antara 30 detik hingga 10 menit. Sebagian besar kaum wanita mengalami kondisi ini selama satu hingga dua tahun setelah siklus menstruasi terakhir mereka. Hot flash mungkin akan terus berlanjut setelah masa menopause, namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi seperti ini akan semakin jarang dialami. Konsultasikan kepada dokter Anda jika gejala-gejala yang Anda alami sangat mengganggu aktivitas.

3. Rasa kering di vagina dan nyeri saat berhubungan intim
Berkurangnya produksi estrogen dan juga progesteron bisa mempengaruhi kelembapan lapisan tipis yang melapisi dinding vagina. Gejala yang Anda alami bisa berupa rasa gatal ataupun panas di bagian mulut vagina. Kekeringan di daerah vagina ini bisa menimbulkan rasa sakit saat melakukan hubungan intim. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba pelumas berbahan dasar air, atau juga pelembap vagina. Berkonsultasilah kepada dokter jika Anda masih merasa tidak nyaman.

4. Insomnia atau sulit tidur
Selama masa menopause Anda bisa mengalami masalah untuk tidur atau mempertahankan tidur Anda. Anda mungkin bangun lebih pagi dari biasanya dan memiliki kesulitan untuk tidur kembali. Untuk mendapatkan istirahat yang cukup, maka cobalah berbagai teknik relaksasi dan juga pernapasan. Anda juga bisa berolahraga pada siang hari supaya Anda cukup lelah untuk tidur pada malam harinya. Hindari juga membuka ponsel atau komputer sebelum tidur karena cahaya biru dari gadget bisa menyebabkan Anda sulit untuk tidur. Mandi, membaca, atau juga mendengarkan lagu pelan mungkin bisa membantu Anda supaya lebih rileks. Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam dan hindari makanan atau minuman yang bisa mempengaruhi tidur seperti coklat, kafein, atau alkohol.

5. Masalah saluran kemih
Kesulitan dalam menahan keinginan untuk buang air kecil merupakan sebuah hal yang wajar dialami oleh kaum wanita menjelang masa menopause. Anda mungkin mengalami keinginan untuk buang air kecil meskipun kandung kemih Anda belum penuh. Anda juga mungkin mengalami rasa nyeri saat berkemih. Hal ini disebabkan karena selama masa menopause, jaringan di vagina dan juga saluran kemih Anda kehilangan elastisitasnya. Selain itu juga, otot-otot yang mengelilingi pelvis Anda juga melemah. Untuk menghadapinya, Anda bisa minum air putih lebih sering, dan hindari minuman yang beralkohol, serta lakukan latihan kegel untuk memperkuat otot-otot pelvis Anda.

Penurunan kadar estrogen didalam tubuh juga bisa membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Beberapa kaum wanita bisa menjadi lebih sering mengalami infeksi saluran kencing pada masa seperti ini. Jika Anda mengalami keinginan untuk berkemih yang sering, atau mengalami sensasi panas saat berkemih, Anda mungkin sebaiknya harus berkonsultasi pada dokter.

6. Penurunan gairah seks
Penurunan kadar estrogen bisa memperlambat reaksi orgasme, memperlambat reaksi klitoris, dan juga menyebabkan keringnya vagina. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan menurunnya gairah seksual. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter jika penurunan gairah Anda disebabkan oleh masalah lain misalnya seperti rasa nyeri saat berhubungan intim.

7. Gangguan suasana hati (mood)
Perubahan produksi hormon bisa mempengaruhi suasana hati seorang wanita yang sedang menghadapi masa menopause. Beberapa kaum wanita mengalami gangguan seperti cepat marah, depresi, dan juga suasana hati yang mudah berubah-ubah. Penting sekali bagi Anda untuk tahu bahwa perubahan hormon bisa mempengaruhi otak Anda, dan kondisi Anda ini sangat wajar sekali untuk dialami.

8. Perubahan kulit dan rambut
Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, penurunan jaringan lemak bisa membuat kulit seseorang lebih kering dan bahkan lebih tipis. Berkurangnya estrogen juga bisa membuat rambut seseorang lebih rapuh dan cepat kering. Hindari pemakaian produk perawatan rambut dengan bahan-bahan kimia yang terlalu kuat, karena bisa memperparah kerusakan rambut.

Itu saja informasi tentang Gejala Memasuki Masa Menopause tersebut, semoga anda dan teman anda bisa mengambil manfaat dari pembahasan dalam artikel kali ini dan apabila anda mengalami tanda atau gejala-gejala yang aneh, maka sebaiknya segera konsultasi ke dokter anda. Terima kasih banyak...

Tidak ada komentar