Info News

5 Penyebab Nyeri Payudara yang Tidak Berbahaya

5 Penyebab Nyeri Payudara yang Tak Berbahaya, Sering Merasa Nyeri di Payudara? Kenali dan Atasi Penyebabnya!, Penyebab Nyeri pada Payudara - Alodokter

Penyebab Nyeri Payudara yang Tidak Berbahaya - Mulai dari rasa nyeri biasa dan hingga yang menusuk dada, nyeri payudara itu bisa jadi menyakitkan dalam berbagai cara yang berbeda, dengan alasan yang berbeda-beda pula. Nyeri mungkin hanya dirasakan di sebagian area payudara, ke seluruh permukaan payudara atau bahkan keduanya, atau juga menjalar hingga ke ketiak.

Nyeri payudara, atau alias mastalgia, adalah suatu kondisi yang umum terjadi di kalangan kaum wanita. Ada banyak sekali alasan-alasan lain di balik dari rasa nyeri pada payudara.

Menstruasi
Untuk kebanyakan kaum wanita, segudang rasa sakit dan rasa nyeri yang menusuk adalah reaksi normal dari naik turunnya hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi mereka. Jenis rasa nyeri ini biasa disebut dengan nyeri siklis.

“Rasa sakit itu adalah suatu kondisi yang umum dialami selama siklus menstruasi dan PMS, saat produksi hormon, seperti estrogen dan juga progesterone meningkat,” ujar Karthik Ghosh, MD, direktur klinik payudara di Mayo Clinic Rochester, Minnesota.

Perubahan hormon akan menyebabkan kelenjar susu membengkak dan juga memerangkap cairan didalam payudara, sehingga membuat bentuk dan ukuran payudara jadi membengkak. Sensitivitas payudara pun juga akan ikut terpengaruh. Nyeri payudara selama menstruasi akan hilang dengan sendirinya ketika siklus menstruasi telah berhenti.

Olahraga terlalu keras
Mungkin rutinitas pushup ataupun angkat beban yang terlalu keras sehingga menyebabkan sensasi tidak nyaman pada payudara yang mirip dengan rasa nyeri payudara. Sebenarnya, rasa tidak nyaman tersebut itu berasal dari otot pektoral yang ada di bawah payudara yang tertarik. Otot-otot ini bekerja meregang dan juga mengendur, sebagai sumber dari tektur lunak yang Anda alami saat merasakan rasa nyeri. Untuk mengatasi hal  seperti ini, tempelkan koyo panas dan kemudian konsumsi obat pereda rasa nyeri.

Menarik atau mengangkat sesuatu yang berat-berat
Dengan alasan yang sama seperti di atas, otot pektoral yang ada di bawah payudara Anda bekerja terlalu keras saat menarik ataupun mengangkat perkakas berat atau juga menggeser mebel rumah Anda. Untuk mengatasi hal seperti ini, tempelkan saja koyo panas dan konsumsilah obat pereda nyeri.

Salah ukuran bra
Ukuran bra yang salah juga bisa menyebabkan konsekuensi yang cukup serius untuk payudara Anda. Jika bra sehari-hari Anda terlalu ketat atau juga cup bra Anda terlalu kecil, kawat penyangga mungkin akan semakin mendorong dada Anda serta mengakibatkan nyeri pada payudara. Begitu pula sebaliknya, jika payudara Anda tidak mendapat sokongan yang baik, alias bra kendor, gravitasi pun akan berlaku selagi Anda berjalan, menyebabkan payudara Anda melambung keatas bawah, menyebabkan otot pektoral juga tertarik.

Terutama bagi Anda-anda yang berpayudara besar, sangat penting sekali untuk mendapatkan dukungan yang pas saat berolahraga guna menjaga payudara Anda tetap di tempat, sehingga tidak beresiko menarik jaringan otot pektoral. Sebuah studi yang terbaru telah menemukan bahwa satu dari tiga pelari maraton mengeluhkan mengalami rasa nyeri pada payudara. Untuk meredakan rasa sakit payudara, pilih bra olahraga yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Saat mencoba, lakukanlah beberapa lompatan kecil atau lari di tempat dan anda pastikan tidak ada bagian payudara yang melorot turun atau bahkan mencuat keluar, alias tidak muat dalam bra.

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein
Jika Anda merasa payudara Anda sendiri membengkak atau bahkan mengeras dan Anda memiliki kebiasaan ngopi tiga kali sehari, itu tandanya anda untuk mulai mengurangi porsi kafein Anda. Kafein memiliki peran besar dalam mengakibatkan nyeri siklik yang berhubungan dengan fluktuasi hormon dan PMS.

Kafein mengandung methylxanthine yang bisa menyebabkan pembuluh darah membesar. Pembengkakan ini kemudian bisa menyebabkan payudara untuk ikut membengkak dan bahkan bisa menjadi lebih menyakitkan.

Jika Anda mengalami rasa nyeri pada payudara yang terkonsentrasi hanya di satu daerah dan konsisten dalam jangka waktu yang sangat panjang, dan kadar rasa sakitnya tidak berubah (tidak membaik atau justru memburuk), maka segera konsultasikan dengan dokter. Dokter bisa melakukan pemeriksaan secara klinis dan memutuskan langkah-langkah selanjutnya apakah mammogram ataukah biopsi diperlukan.

Semoga dengan dibahasnya tentang Penyebab Nyeri Payudara yang Tidak Berbahaya ini dapat bermanfaat bagi kaum wanita yang sekiranya pernah mengalami masalah seperti diatas atau yang belum pernah mengalaminya bisa mendapatkan pelajaran penting di ulasan ini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Tidak ada komentar