Info News

4 Mitos Seputar Keputihan yang Harus Segera Disingkirkan

4 Mitos Seputar Keputihan yang Harus Disingkirkan, Awas... Mitos Seputar Keputihan yang Membahayakan oleh Ivander, 4 Mitos Keputihan yang Menyesatkan

Mitos Seputar Keputihan Wanita - Keputihan sudah menjadi sebuah masalah bagi kewanitaan yang paling umum. Meskipun bisa dicegah, akan tetapi keputihan yang disertai dengan adanya keluhan gatal-gatal dan bau tak sedap harus kita waspadai, lho..!!

Sayangnya pemahaman terkait dengan keputihan khususnya di negara Indonesia ini masih diselimuti oleh sejumlah mitos. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDOkter, berikut mitos-mitos keputihan yang harus segera wanita hilangkan atau lebih jelasnya disingkirkan.

Mitos 1, Buah nanas sebabkan keputihan
Faktanya ialah keputihan sama sekali tidak ada hubungannya dengan buah nanas. Dr. Resthie mengatakan bahwa buah nanas itu merupakan jenis buah-buahan yang tinggi akan serat dan vitamin C-nya yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Mitos 2, Sayur mentimun sebabkan keputihan
Beberapa kaum wanita telah percaya jika sayuran yang bernama mentimun  itu bisa memicu terjadinya keputihan. Tetapi Dr. Resthie mengatakan bahwa mentimun tidak menyebabkan masalah pada kewanitaan, justru mentimun ini sangat baik untuk dikonsumsi, sebab mentimun tinggi akan serat, air, vitamin B dan juga vitamin K.

Mitos 3, Sabun khusus vagina mampu mencegah masalah keputihan
Dr. Resthie menjelaskan bahwa pemakaian cairan pencuci vagina atau juga sabun khusus (vaginal douching) yang berlebihan bisa mengubah tingkat keasaman vagina dan bahkan menurunkan jumlah bakteri-bakteri baik pada area vagina. Akibatnya, bakteri-bakteri jahat yang hidup di area vagina akan lebih mudah untuk berkembangbiak dan menyebabkan keputihan tidak normal.

Mitos 4, Keputihan akan hilang dengan sendirinya
Keputihan yang normal, akibat perubahan hormonal, memang bisa hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika keputihan yang terjadi akibat infeksi jamur ataupun bakteri, maka pengobatan spesifik diperlukan untuk penyembuhannya.

Menurut Dr. Resthie, keputihan akibat infeksi bakteri biasanya ditandai dengan adanya sebuah cairan putih yang berbusa dan berbau amis. Sementara itu, keputihan akibat infeksi jamur ditandai dengan adanya cairan putih yang bergumpal dan terasa gatal.

Itu saja ulasan tentang Mitos Seputar Keputihan Wanita tersebut. Jadi, bagi anda perempuan yang sudah mendengar keempat mitos tersebut, sebaiknya jangan terlalu percaya sebelum ada bukti kejelasannya. Terima kasih banyak kunjungannya...

Tidak ada komentar