Info News

Teliti Kanker Servika Stadium 3, Dosen FKUI Raih Gelar Doktor

Teliti Kanker Serviks Stadium 3, Dosen FKUI Raih Gelar Doktor, Teliti Kanker Serviks Stadium 3, Dosen FKUI Raih Gelar Doktor, Teliti Kanker Serviks Stadium Lanjut, Fitriyadi Kusuma Raih Doktor UI

Teliti Kanker Serviks Stadium 3 - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), yakni Dr.dr. Fitriyadi Kusuma Djajasasmita, Sp.OG (K) telah meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka di Fakultas Kedokteran UI Salemba.

Dalam disertasinya, Dr. Fitriyadi meneliti kadar survivin, telomerase dan juga sitokrom C sebagai prediktor respons terapi radiasi pada pasien karsinoma sel skuamosa serviks stadium lllB.

Fitriyadi yang juga dokter di RS. Pondok Indah ini sukses mempertahankan disertasinya di hadapan promotor Prof Dr.dr. Andrijono, Sp.OG (K) yang juga sebagai Guru Besar Departemen Obstetri Ginekologi Staf Pengajar Program Studi Ilmu Obsteri dan juga Ginekologi Fakultas Kedokteran UI dan co-promotor Dr.dr. Laila Nuranna, Sp.OG (K) dan Dr.dr. Ani Retno Prijanti, M.S. Setelah melalui sesi tanya jawab bersama tim penguji, Fitriyadi dinyatakan lulus dan dengan predikat sangat memuaskan.

Dalam risetnya, Fitriyadi sendiri menyebutkan kanker serviks merupakan jenis kanker yang sering terjadi kepada perempuan dan berhubungan erat dengan infeksi virus Human Papiillomavirus (HPV).

Pada tahun 2008 lalu, WHO telah menyatakan terdapat 528.000 kasus baru mengenai kanker serviks dan 10% merupakan kanker serviks dengan stadium invasif. Fitriyadi sendiri menjelaskan bahwa kanker serviks tersebut telah menyebabkan kematian sebanyak 266.000 perempuan setiap tahunnya. Dari angka tersebut, 88% terjadi di negara yang berkembang.

Menurutnya, penyakit kanker serviks ini menempati posisi kelima terbanyak dari seluruh jenis kanker pada manusia dan posisi ketiga dari seluruh jenis kanker pada perempuan setelah kanker payudara dan juga kanker kolorektal. Dan bahkan, Kementerian telah memperkirakan kejadian kanker serviks tersebut berkisar 100 per 1000.000 penduduk.

Lebih lanjut dijelaskannya, angka kesintasan 5 kanker serviks di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tahun 2012 yaitu 73% pada stadium l, 52% pada stadium ll, 31% pada stadium lll dan 0% pada stadium lV.

Berdasarkan dari data-data yang dikumpulkannya, angka kematian kanker serviks di negara Indonesia masih sangat tinggi karena 90% pasien yang datang diagnosis kanker invasif stadium lanjut atau terminal. Sebanyyak 66,4% pasien kanker serviks yang datang ke RSCM diterima pada stadium lanjut lllB-IVB, sehingga pengobatan kanker serviks sering mengecewakan.

Respons terapi radiasi pada pasien kanker serviks dengan stadium lanjut sangat bervariasi meskipun dengan faktor klinikopatalogi yang sama seperti stadium, jenis histopatologi, masa tumor, derajat diferensiasi, reaksi limfosit, invaso limfovaskular dan nekrosis. "Oleh karena itulah, dipikirkan faktor prognosis lainnya seperti apoptosis, sitokrom c dan telomerase", jelasnya.

Penelitian ini ujarnya bertujuan untuk mengetahui peran dari survivin, telomerase dan juga sitokrom c sebagai prediktor respons terapi radiasi pada serviks stadium lanjut khususnya stadium lllB.

Studi yang dilakukan Dr. Fitriyadi bersifat prospektif menggunakan metode nested case control. Pengampilan data-data dilakukan di Poliklinik Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi RSCM serta Departemen Patologi Anatomi FKUI pada Januari 2016 - Mei 2017. Dari 90 subjek penelitian, di daparkan rerata usia pasien 50 tahun, rerata masa tumor 6,7 cm.

Dengan melalui risetnya ini, Fitriyadi menyimpulkan bahwa kadar survivin tinggi dan telomerase tinggi ini berhubungan dengan respon terapi radiasi negatif.

Hasil disertasi ini akan dibuat suatu model prediksi untuk keberhasilan terapi radiasi pada kanker serviks yang akan didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) UNiversitas Indonesia (UI).

Semoga artikel Teliti Kanker Serviks Stadium 3 ini bisa memberikan manfaat positif bagi para penikmat atau pembaca informasi website ini. Dan mudah-mudahan anda bisa menyerap apa yang sudah dibahas dalam artikel ini. Terima kasih banyak...

Tidak ada komentar