Info News

Tak Ada Pasien Kanker Serviks yang Bertahan Hidup Sampai Tahun ke-5

Tak Ada Pasien Kanker Serviks Bertahan Hidup Sampai Tahun ke-5, Tak Ada Pasien Kanker Serviks Bertahan Hidup Sampai Tahun ke-5, Hanya 14 Persen Pasien Kanker Serviks yang Bertahan Hidup

Pasien Kanker Serviks - Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia atau disingkat jadi HOGI terus melakukan sosialisasi dalam rangkan melenyapkan penyakit kanker serviks (kanker leher rahim) dengan melalui program vaksinasi HPV nasional.

Saat ini penyakit kanker serviks sendiri berada di posisi kedua penyebab kematian para wanita didunia setelah jantung koroner. Akan tetapi, kanker leher rahim ini diprediksi akan menduduki posisi puncak jika kaum wanita tidak segera melakukan upaya deteksi dini.

Ketua umum HOGI yakni Prof. Andrijono SpOG(K) telah mengatakan bahwa hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menunjukkan bahwa ditemukan satu penderita dari setiap 1.000 orang yang menjalani skrining kanker serviks.

Menurut Prof. Andrijono sendiri, angka ini tidak beda jauh dari data-data yang dikeluarkan Subdit Kanker Direktorat Pengendalian dan juga Pencegahan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan; insiden suspek kanker leher rahim ialah 1,3 per 1.000 penduduk.

Padahal sudah hampir 9 tahun program deteksi dini ini melalui pap smear maupun juga inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dilaksanakan. Akan tetapi, kesadaran wanita untuk melakukan upaya pencegahan penyakit kanker serviks masih sangat rendah.

Di target 37 juta wanita usia 30-50 menjalani skrining kanker serviks dan bersama kanker payudara. Yang terjadi justru malah jauh dari yang diharapkan, hanya sekitar 1,5 juta wanita yang sudah melakukannya.

Berdasarkan dari data-data terbaru yang dikeluarkan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2016, seperti yang diutarakan Prof. Andrijono, 82,3% pasien kanker serviks yang berobat ke rumah sakit rujukan nasional datang sudah stadium lanjut.

Menurut Prof. Andrijono yang juga menjadi staf di Departemen Obstetri dan juga Ginekologi FKUI-RSCM, kanker serviks dengan stadium lanjut mempunyai prognosis sangat buruk dikarenakan mudah menyebar ke hampir seluruh organ yang ada di panggul dan juga sangat jelek merespons pengobatannya.

"Akibatnya yaitu angka kesintasan sangat rendah sekali, hanya sekitar 14% yang bertahan hidup selama satu tahun 6% bertahan hidup sampai tahun ke-2 sejak terdiagnosis, dan tidak ada (0%) yang mampu bertahan hidup sampai tahun ke-5", ucap Prof. Andrijono dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6 com, pada hari Selasa (04/042017).

Mengingat sebagian besar kasus penyakit kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) vaksinasi adalah sebuah langkah kongkrit, efektif dan juga aman untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

"Berkaca dari pengalaman di negara Amerika Serikat dan juga Australia yang sudah menjalankan program vaksinasi HPV nasional sejak 10 tahun lalu, insiden penyakit kanker serviks di dua negara tersebut itu pun menurun secara signifikan, sampai 75%", ujarnya.

Oleh karena itulah, HOGI Mendorong vaksinasi HPV nasional ini segera menjadi program nasional untuk menyelamatkan jutaan nyawa kaum wanita Indonesia. Bagi HOGI sendiri, seorang wanita punya posisi penting  didalam keluarga. Sehingga, bisa dibayangkan jika seorang wanita usia produktif meninggal dunia akibat kanker serviks, dampak kehilangan akan dirasakan betul oleh keluarga, yang terutama buah hati tercinta.

Beruntung sekali wanita yang hidup dan tinggal di kota Jakarta. Sudah satu tahun ini Pemprov DKI Jakarta menjalani program vaksinasi HPV dengan cakupan yang sudah mencapai 93%.

Setidaknya, 70 ribu siswi Sekolah Dasar di DKI Jakarta sudah di vaksin HPV.

"Angka tadi telah menunjukkan bawha respons dari masyarakat Jakarta sangat bagus sekali" kata Prof. Andrijono.

Bahkan ada sejumlah sekolah yang tadinya menolak, eh..tahu-tahu mereka meminta supaya program vaksin HPV segera dilakukan. "Tahun ini menyusul di kota Surabaya dan Yogyakarta, tahun depan di kota Makasar dan Manado", ujar tambah Prof. Andrijono menekankan.

Jadi, program ini sendiri menghandalkan betul kemampuan dinas kesehatan pemerintah daerah setempat. HOGI, kata Prof. Andrijono berupaya agar program vaksinasi nasional kanker serviks ini segera dipercepat.

Nah, itu saja pembahasan tentang Pasien Kanker Serviks yang wajib diketahui, dan apabila anda seorang wanita sebaiknya ikut juga dalam program deteksi dini karena akan membantu anda dalam mencegah serangan kanker serviks yang bisa membahayakan nyawa anda. Terima kasih banyak...

Tidak ada komentar