Info News

Pengertian Tentang Sepsis

Sepsis - Gejala, penyebab dan mengobati, Sepsis : Sepsis adalah - Gejala - Penyebab, Sepsis : Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan, Apa itu Sepsis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penjelasan Tentang Sepsis - Sepsis adalah kondisi sakit parah yang diakibatkan peradangan seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi, hal ini terjadi ketika aliran darah dipenuhi oleh zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh dengan tujuan untuk melawan infeksi tersebut, tetapi upaya sistem imun ini justru bisa memicu respon inflamasi seluruh tubuh dan juga memicu kerusakan beberapa sistem organ, menyebabkan organ-organ penting gagal bekerja.

Banyak sekali yang mengira bahwa sepsis ini sama dengan septikemia atau infeksi darah, pemahaman yang seperti ini sangat kurang tepat dikarenakan pada sepsis infeksi tidak hanya terjadi pada darah saja, namun juga organ-organ diseluruh tubuh. Adapun septikemia ialah suatu kondisi yang terjadi akibat masuknya bakteri-bakteri ke aliran darah yang bisa memicu sepsis.

Waspadalah, siapa saja bisa mengalami sepsis, tetapi umumnya dialami oleh orang-orang yang usia lanjut atau orang dengan sistem kekebalan tubuhnya yang lemah. Jika pengobatan dini segera dilakukan, biasanya dengan antibioktik dan juga sejumlah besar cairan infus, maka kesempatan untuk bertahan hidup bisa jauh lebih baik lagi.

Sepsis
Seseorang telah dikatakan mengalami masalah sepsis, jika mereka menunjukkan setidaknya dua dari kriteris sepsis seperti berikut ini, dan ditambah adanya infeksi pada tubuh:

  • Suhu tubuh diatas 101 F (38,3 C) atau dibawah 96,8 F (36 C)
  • Denyut jantung lebih cepat dari 90/menit
  • Laju pernapasan lebih cepat dari 20 kali dalam per menit


Sepsis berat
Seseorang telah dikatakan masuk kedalam sepsis berat, jika kriteria diatas telah terpenuhi dan disertai dengan minimal salah satu gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Cairan urin yang keluar hanya sedikit, atau penurunan output urine
  • Status mental, mental mendadak berubah, misalnya saja kesadaran menurun
  • Penurunan jumlah trombosit
  • Sulit untuk bernapas
  • Ketidaknormalan fungsi jantung dalam memompa darah
  • Sakit perut


Syok septik
Seseorang bisa didiagnosis syok sepsis jika mengalami sepsis yang berat dan ditambah dengan tekanan darah yang sangat rendah yang tidak bisa diatasi dengan pemberian cairan (infus) sederhana.

Kasus sepsis yang paling sering dialami oleh orang-orang yang dirawat dirumah sakit. Orang-orang di unit perawatan intensif (ICU) sangat rentan terhadap infeksi yang kemudian bisa menyebabkan sepsis.

Meskipun sepsis ini adalah penyakit yang berpotensi mengancam nyawa seseorang, tetapi kondisi ini berkisar dari ringan sampai berat. Pada kasus sepsis yang ringan kemungkinan selamat lebih tinggi. Sedangkan pada kasus sepsis yang berat seperti syok septik ini memiliki tingkat kematian 50%.

Syok septik atau sepsis berat juga bisa menyebabkan komplikasi. Gumpalan darah bisa membentuk diseluruh tubuh. Gumpalan darah ini akan menghambat aliran darah dan oksigen ke organ-organ vital serta bagian tubuh lainnya. Hal ini bisa meningkatkan resiko kegagalan organ serta kematian jaringan.

Berbagai Penyebab Sepsis

Semua jenis infeksi baik itu bakteri, virus maupun juga jamur bisa menyebabkan sepsis, tetapi kondisi infeksi yang paling seringkali menyebabkan sepsis yaitu sebagai berikut ini:

  • Pneumonia atau paru-paru basah
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi perut
  • Infeksi darah (bakteremia)


Faktor pendukungnya antara lain ialah:

  • Lansia dan anak-anak. Lansia diatas usia 65 tahun merupakan kelompok usia yang lebih rentan untuk mengalami sepsis. Anak kecil juga rentan sekali mengalami sepsis dikarenakan sistem imun mereka yang belum berkembang sepenuhnya.
  • Bakteri Resisten. Banyak sekali jenis bakteri yang sudah kebal dan bisa melawan efek dari antibiotik yang sudah pernah digunakan untuk membunuh bakteri kerabatnya. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik seringkali menjadi akar penyebab infeksi yang mana akhirnya bisa memicu sepsis.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah, misalnya bagi penderita HIV, menjalani pengobatan kanker atau juga obat-obatan transplantasi.
  • Memiliki luka atau cidera seperti luka bakar.
  • Sudah sangat sakit, sering di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit.
  • Memakai perangkat invasif, seperti kateter intravena.


Diagnosis

Apabila anda memiliki gejala sepsis, maka dokter akan merekomendasikan tes untuk memastikan dan menentukan tingkat keparahan infeksi yang anda alami. Salah satu tes yang pertama dilakukan ialah tes darah. Darah akan diperiksa untuk mengetahui kondisi terkait sebagai berikut ini:

  • Infeksi
  • Masalah pembekuan
  • Masalah fungsi hati dan fungsi ginjal
  • Penurunan jumlah oksigen
  • Ketidakseimbangan mineral yang disebut 'elektrolit' yang mempengaruhi jumlah air didalam tubuh serta keasaman (pH) darah


Tergantung pada gejala yang dialami anda dan berdasarkan hasil tes pemeriksaan darah, lebih lanjut lagi dokter bisa menganjurkan pemeriksaan jika diperlukan, termasuk:

  1. Tes urine (memeriksa bakteri didalam urin)
  2. Tes sekresi luka (memeriksa luka yang terbuka untuk infeksi)
  3. Tes sekresi lendir (mengidentifikasi kuman yang menyebabkan infeksi)


Apabila dokter tidak bisa menentukan sumber infeksi dengan menggunakan tes-tes seperti di atas, maka dokter pun akan menganjurkan pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat atau memantau organ-organ didalam tubuh, beberapa pilihan tes pemeriksaan antara lain seperti:

  • Sinar-X atau Rongsen untuk melihat kondisi organ paru-paru dan tulang
  • Computed tomography (CT) scan untuk melihat kemungkinan infeksi di usus buntu, pankreas atau daerah usus
  • Ultrasound (USG) untuk melihat infeksi dikandung empedu atau ovarium
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang bisa mengidentifikasi infeksi jaringan lunak


Pengobatan Sepsis
Sepsis bisa dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan bahkan kematian jika tidak segera diobati. Dokter akan menggunakan sejumlah obat-obatan untuk mengobati sepsis, termasuk:

  • Antibiotik melalui IV atau langsung disuntikkan ke pembuluh darah untuk melawan infeksi. Pengobatan dengan antibiotik sendiri harus dimulai segera, dalam waktu enam jam pertama. Awalnya akan diberikan antibiotik spektrum luas, yang efektif terhadap berbagai jenis bakteri. Setelah mempelajari hasil tes darah, maka dokter mungkin akan beralih ke antibiotik yang berbeda yang lebih tepat terhadap bakteri penyebab infeksi.
  • Obat vasoaktif ini untuk meningkatkan tekanan darah. Disebut juga sebagai agen vasopresor. Jika tekanan darah seseorang tetap begitu rendah dan bahkan setelah menerima cairan infus, maka mungkin akan diberikan obat-obatan vasopressor ini yang bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah serta membantu meningkatkan tekanan darah.
  • Insulin untuk menstabilkan gula darah
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat penghilang rasa sakit


Sepsis berat sendiri mungkin juga memerlukan sejumlah besar cairan IV (infus) dan respirator untuk bernafas. Dialisis atau cuci darah mungkin diperlukan apabila ginjal juga ikut terkena. Kita tahu bahwa ginjal itu berperan untuk penyaring limbah yang berbahaya dalam darah serta mengatur keseimbangan garam atau elektrolit dan juga cairan. Cuci darah dimaksudkan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut, karena ginjal sedang terganggu fungsinya.

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan guna menghilangkan sumber infeksi, termasuk juga menguras abses nanah atau menghapus jaringan yang terinfeksi.

Sangat penting sekali untuk diingat bahwa sepsis ini adalah keadaan darurat medis yang setiap menit dan jam-nya bisa menyebar dengan begitu cepat. Oleh sebab itulah, apabila ada yang mengalami gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka segeralah memeriksakan diri anda ke dokter atau rumah sakit.

Terima kasih sudah mau menyimak artikel Penjelasan Tentang Sepsis ini, dan semoga para penyimak mendapatkan manfaat serta pengetahuan tambahan terkait kesehatan. Sekali lagi terima kasih banyak atas kunjungannya...

Tidak ada komentar