Info News

Faktor Penyebab Diabetes Insipidus (Diabetes)

Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati, Penyebab Diabetes Insipidus - Alodokter, Diabetes Insipidus - Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Penyebab Diabetes Insipidus - Hipotalamus, atau jaringan di otak yang mengendalikan suasana hati dan juga nafsu makan, merupakan organ yang menghasilkan hormon antidiuretik. Hormon jenis ini akan disimpan didalam kelenjar pituitari sampai dibutuhkan. Kelenjar pituitari ini berada dibawah otak, dan berada dibelakang batang hidung. Kelenjar ini akan melepaskan jenis hormon antidiuretik ketika kadar air tubuh menurun untuk menghentikan produksi urine di ginjal.

Diabetes insipidus ini terjadi ketika hormon antidiuretik seseorang terganggu dalam mengatur kadar air tubuh. Akibatnya, tubuh pun memproduksi banyak urine dan membuang air dalam jumlah yang lumayan banyak.


Berikut dibawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kedua jenis diabetes insipidus.

Diabetes Insipidus Kranial

Ini adalah sebuah kondisi ketika tubuh seseorang tidak menghasilkan cukup banyak hormon antidiuretik dan mengakibatkan banyaknya air yang terbuang dalam urine. Di bawah ini adalah beberapa faktor penyebab paling umum dari diabetes insipidus jenis yang satu ini, yaitu:

  • Sekitar 16% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena cedera kepala parah yang merusak hipotalamus atau juga kelenjar pituitari.
  • Sekitar 20% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena komplikasi akibat operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 25% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena adanya tumor otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.


Berikut dibawah ini beberapa faktor penyebab diabetes insipidus kranial yang lebih jarang terjadi:

  • Kanker otak.
  • Terjadinya infeksi yang merusak otak, misalnya saja ensefalitis dan juga meningitis.
  • Kekurangan oksigen pada otak, misalnya akibat penyakit stroke.
  • Sindrom Wolfarm merupakan kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan pandangan.


Sekitar 1 dari 3 kasus gangguan diabetes insipidus kranial ini tidak diketahui faktor penyebabnya.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Ini adalah suatu kondisi ketika hormon antidiuretik yang dihasilkan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun organ ginjal tidak sensitif atau juga tidak merespons terhadap hormon ini.

Hormon antidiuretik sendiri normalnya akan mengirim sinyal kepada jaringan nefron yang berada didalam ginjal. Nefron ini adalah struktur kecil yang mengendalikan berapa banyak air yang diserap oleh tubuh serta berapa banyak air yang dikeluarkan dalam bentuk urine. Bagi orang-orang yang menderita gangguan diabetes insipidus nefrogenik ini, proses pengiriman sinyal ini terganggu. Akibatnya, orang-orang yang mengalaminya akan selalu merasa haus sebab urine terbuang dalam jumlah yang cukup banyak. Diabetes insipidus nefrogenik sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni Congenital nephrogenic dan Acquired nephrogenic.

1. Congenital nephrogenic diabetes insipidus, atau dikenal dengan naman diabetes insipidus nefrogenik kongenital. Penderita jenis diabetes nefrogenik kongenital terlahir dengan kondisi demikian. Terdapat dua jenis mutasi atau juga perubahan genetika yang menyebabkan jenis diabetes insipidus nefrogenik kongenital, yakni AVPR2 dan juga AQP2. Mutasi genetika AVPR2 sendiri hanya bisa ditularkan dari si ibu kepada putranya. Mutasi jenis yang satu ini terjadi pada 9 dari 10 penderita. Sedangkan untuk mutasi genetika AQP2 terjadi pada 1 dari 10 kasus diabetes insipidus nefrogenik kongenital dan bisa mampu mempengaruhi seseorang baik itu laki-laki maupun perempuan.

2. Acquired nephrogenic diabetes insipidus. Untuk penderita diabetes insipidus jenis yang satu ini tidak terlahir dengan kondisi seperti ini. Faktor penyebab dari acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum terjadi adalah efek samping lithium. Lithium ini adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar. Jika obat ini dikonsumsi dalam jangka yang panjang, sel-sel organ ginjal dalam tubuh bisa rusak dan tidak lagi bisa merespons hormon antidiuretik. Hampir 50% orang akan mengalami gangguan diabetes insipidus nefrogenik jika mengkonsumsi obat jenis ini dalam jangka yang panjang. Pastikan untuk melakukan sebuah pemeriksaan organ ginjal setiap tiga bulan sekali selama Anda mengkonsumsi lithium. Penyebab lain dari kondisi ini selain lithium yaitu:

  • Pielonefritis atau infeksi ginjal. Organ ginjal dalam tubuh mengalami kerusakan karena infeksi.
  • Obstruksi saluran kemih. Terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih, seperti batu ginjal.
  • Hiperkalemia. Jumlah kalsium berlebih didalam darah yang bisa merusak ginjal.
  • Hipokalemia. Jumlah potasium didalam darah sedikit, padahal semua sel-sel dalam tubuh membutuhkan potasium untuk berfungsi dengan benar.


Nah, semoga artikel yang membahas tentang Penyebab Diabetes Insipidus ini berguna dan bermanfaat bagi masyarakat umum yang sekiranya ingin mengetahui faktor apa saja penyebab gangguan depresi tersebut. Terima kasih banyak kunjungannya...

Tidak ada komentar